Friday, September 24, 2010

Pencari Kerja Bertambah 300 Orang setiap Hari

Pencari kerja sektor industri dan pedagangan di Wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, bertambah 300 orang setiap hari pascalebaran 2010. Hal itu karena sejumlah pabrik membuka lowongan.



“Hampir setiap hari sekitar 300 orang pencari kerja bertambah. Hal itu bisa dukur dari jumlah orang yang membuat kartu kuning bertambah,”kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Kabupaten Tangerang Marihot Marbun, Rabu (22/9).

Menurut Marihot, biasanya jumlah pencari kerja hanya sekitar 175 orang. Namun, sejak Senin (20/9) pemohon kartu kuning terus saja bertambah. Bahkan loket pendaftaran untuk mendapatkan kartu kuning pada kantor Disnaker setempat antre oleh ratusan pemohon.

Belakangan ini, lanjut Marihot, sejumlah pabrik terutama sektor industri pembuatan sepatu standar ekspor membutuhkan ribuan karyawan. Para pencari kerja itu datang dari begarai daerah, seperti, Liwa, Tanggamus, Metro (Lampung), Cirebon, Kuningan, Tasikmalaya (Jabar), Sragen, Banjarnegara, Purwokerto, Cilacap dan Pemalang (Jateng).

“Pencari kerja yang mendaftar itu adalah warga dari daerah lain yang belum memperoleh kesempatan bekerja. Mereka kebanyakan, lulusan sekolah yang tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Ada sekitar 23 ribu lowongan kerja di 40 Kabupaten Tangerang. 20 ribu diantaranya untuk industri sepatu.

(sumber: metrotvnews.com)
Read More..

Penduduk Kabupaten Tangerang 2,6 Juta Jiwa

Jumlah penduduk Kabupaten Tangerang diperkirakan meningkat sekitar 4,5 persen atau 2,6 juta jiwa. Peningkatan ini dibandingkan tahun lalu dimana penduduk berjumlah 2,5 juta jiwa.


Perkiraan tersebut berdasarkan sejumlah indikator diantaranya jumlah kelahiran penduduk dan pendatang baru dari luar daerah pasca lebaran ini.”Penambahan angka penduduk tahun ini mencapai 2,6 juta jiwa,”ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tangerang Karlina di Tigaraksa kemarin.

Kabupaten Tangerang merupakan wilayah paling tua dibandingkan kota/kabupaten di Provinsi Banten. Wilayah ini sudah dua kali dimekarkan yaitu Kota Tangerang sekitar 15 tahun lalu dan Tangerang Selatan pada dua tahun lalu.

Pada saat Tangerang Selatan masih bergabung, total penduduk Kabupaten Tangerang saat itu mencapai 3,4 juta jiwa (berdasarkan data kependudukan tahun 2009) yang mencakup 36 kecamatan.

Kini Kabupaten Tangerang tinggal 26 Kecamatan setelah tujuh kecamatan yaitu Ciputat, Ciputat Timur, Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, Pamulang dan Setu resmi bergabung dengan Kota Tangerang Selatan dengan penduduk sekitar 1,2 juta jiwa.

Karlina mengungkapkan, angka pertambahan penduduk di Kabupaten Tangerang mulai terasa dan didominasi dengan gelombang para pendatang dari kota-kota lainnya seperti dari Sumatera, Jawa yang mencari pekerjaan dan menetap di Kabupaten Tangerang pasca lebaran ini.”Pertambahan penduduk didominasi oleh para pendatang,”katanya.

Kabupaten Tangerang telah menyiapkan sejumlah langkah preventif untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penduduk tersebut seperti operasi yustisi yang akan digelar awal Oktober ini.”Operasi yustisi kami fokuskan untuk kaum pendatang,”kata Karlina.

Selain itu, kata dia, data kependudukan Kabupaten Tangerang akan dimutakhirkan. Untuk kepentingan itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tangerang telah membentuk tim pemutakhiran data yang melibatkan para camat, lurah hingga ketua Rukun Warga dan Rukun Tetangga.” Kami targetkan Desember ini data kependudukan sudah mutakhir,”katanya.

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Tangerang Asep Yusuf menambahkan untuk operasi kependudukan akan dilaksanakan dilima titik yang merupakan kantong-kantong industri di Kabupaten Tangerang yaitu Cikupa, Balaraja, Curug, Pasar Kemis dan Tigaraksa.”Titik-titik ini menjadi pusat para pendatang yang ingin mencari kerja,”katanya.

Tim operasi yustisi Kabupaten Tangerang yang terdiri dari Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Polisi dan Satpol PP akan mendatangi lokasi-lokasi yang dijadikan tempat para pendatang menetap sementara seperti kontrakan dan rumah tinggal.” Kami akan lakukan sidang tindak pidana ringan ditempat,”katanya.

Bagi pendatang yang sama sekali tidak memiliki identitas diri diancam denda Rp 5 juta. Menurut Asep, ini sesuai dengan Perda No 2/2006 tentang Kependudukan dan Undang Undang nomor 23 tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Pendataan Kependudukan.

Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Tangerang memperkirakan jumlah pendatang baru yang tiba kewilayah itu pasca lebaran tahun ini meninkat 20 persen dari tahun lalu yang mencapai 1.520 orang.

(sumber: tempointeraktif.com)
Read More..

Friday, August 20, 2010

Penggunaan Frekuensi 142.150 Mhz di Tangerang Ganggu Repeater Wilayah 11 Bekasi


Ketua RAPI WIlayah 11 Bekasi Daerah 10 Jawa Barat, H.Muhammad Djafar (JZ 10 LBH) melalui milist RAPi menyampaikan bahwa penggunaan Frekuensi 142.150 Mhz yang diduga di wilayah Tangerang sangat mengganggu Repeater Wilayah 11 Bekasi.

Menurut Djafar Repeater Bekasi dipergunakan untuk kepentingan seperti Bantuan komunikasi Bencana Banjir,Lebaran dan Kamtibmas.

Lebih lanjut Djafar menyampaikan alokasi frekwensi RAPI wilayah 11 Bekasi sebagai berikut
1.RAPI Wilayah : 143.450 - 142.160 Mhz ( Min 129)

2.RAPI Lokal 1 : 142.200 Mhz

3.RAPI Lokal 2 : 142.220 Mhz

4.RAPI Lokal 3 : 143.330 Mhz

5.RAPI Lokal 4 : 142.100 Mhz

6.RAPI Lokal 5 : 142.950 Mhz

7.RAPI Lokal 6 : 143.030 Mhz

8.RAPI Lokal 7 : 142.930 Mhz

9.RAPI Lokal 8 : 142.240 Mhz

10.RAPI Lokal 9 : 142.970 Mhz

11.RAPI Lokal 10: 142.880 Mhz

12.RAPI Lokal 11: 142.280 Mhz
Read More..

Tuesday, August 3, 2010

Berita Duka

Innalillahi wa inailaihi rojiun. Telah meninggal dunia Saudara kita Jhonni Firdaus Anggota RAPI dengan NIA 30.04.01233 Call Sign JZ 30 TUH

yang juga sebagai anggota TAGANA Kab. Tangerang BANTEN ANGKATAN 2006 dengan NIAT 11.06.0089. Almarhum meninggal dunia pada hari senin (02/10/2010) jam 22.00 WIB dalam perjalanan berobat ke Batu Raja Palembang.
Read More..

Sunday, July 25, 2010

Ketua Umum RAPI Periode 2010-2015 terpilih secara Aklamasi


Sidang Paripurna Musyawarah Nasional RAPI Ke 6 secara aklamasi memilih JZ09BCQ H. Darma Udaya Nasution sebagai Ketua Umum RAPI Periode 2010-2015

Dalam sidang paripurna yang diketuai oleh JZ30BF Edward Mias tersebut di peroleh 2 orang bakal calon yaitu JZ09BCQ dengan 20 suara dan JZ09EKI dengan 4 suara.

Namun karena kesepakatan sidang komisi menyebutkan bahwa bakal calon yang perolehan suaranya dibawah 7 dinyatakan gugur maka hanya terdapat satu orang bakal calon ketua umum RAPI yaitu JZ09BCQ yang secara otomatis menjadi Ketua Umum RAPi Periode 2010-2015.
Read More..

Friday, July 23, 2010

Menteri Kominfo Buka Munas RAPI ke VI


Musyawarah Nasional Radio Antar Penduduk Indonesia ke VI yang berlangsung di Balik Papan secara resmi dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Tifakul Sembiring

Dalam sambutannya Menteri Kominfo menyampaikan bahwa penggunaan fasilitas komunikasi radio melalui gateway secara hukum sah di pergunakan.

Sesaat usai membuka munas, menteri kominfo yang berada di Balik Papan menyempatkan diri untuk berkomunikasi dengan JZ09GOA yang berada di Tangerang melalui fasilitas gateway RAPI di room Indonesia.

Menteri Kominfo dengan call sign JZ09XTS menghimbau agar anggota RAPI se Indonesia semakin kompak dan terus meningkatkan partisipasi aktifnya dalam mendukung program pemerintah melalui komunikasi radio

Pada kesempatan itu JZ09GOA menyampaikan bahwa anggota RAPI ikut berpartisipasi aktif dalam memberikan informasi bencana kepada anggota RAPI se Indonesia melalui fasilitas gateway RAPI.

Munas RAPI ke 6 akan berlangsung dari tanggal 23-25 juli 2010 dengan acara puncak yaitu memilih ketua umum RAPI.

Read More..

INFO MEDIA

INFO GEMPA

Pesan Anda